| HOME | PROFILE | VISI DAN MISI | ANGGOTA | KEGIATAN | GALERI | PERALATAN | DOWNLOAD | DONASI | KEDAI | BUKU TAMU |

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته   Registrasi ulang Anggota dan Registrasi Baru Anggota dapat dilakukan di halaman █ REGISTRASI ANGGOTA █


00:00:00

ILMU FALAK

Ilmu Falak

Arah Kiblat

Waktu Shalat

Awal Bulan

Gerhana

KATEGORI

Visibilitas Hilal

Tokoh Falak

Software Falak

Peralataan Falak

Artikel Falak

Makalah Falak

Kedai Falak

FAQ Falak

TAUTAN FALAK

REGIONAL-LOKAL

Jogja Astro Club

Pusat Studi Falak

Bengkel Falak

Langit Selatan

CASA Assalam

Atjeh Astro Club

Falak Persis

Planetarium Jakarta

Observatorium Bosscha

Falak Cakung

Hilal Kominfo

Hilal Bosscha

INTERNASIONAL

Falak Online

Bruney Astronomy

ICOP Jordan

MCW USA

ANCSCC

HSCNA USA

HMNAO UK

Islamic Moon

Earth Moon Viewer

Yahweh Moon Report

Websurf USNO

Hilal Sighting

Extreme Crescent

HCMTV Toronto

AA USNO NAVY

Monzur Ahmed ILDL

Monzur Ahmed Hilal

Robert Van Gent

PERSONAL

Mutoha

Pak AR

Thomas Djamaluddin

Hanief Tri Hantoro

Agus CB

Graifhan Ramadhani

Info Astronomi

Astromas

Sofwan Jannah

DISKUSI FALAK

Rukyatul Hilal Indonesia

Jogja Astro Club

Astronomi Indonesia

Forum ICOP

Falak Malaysia

Indo Sky Gazer

 

FALAK TOOLS

 

 

 FOLLOW ME

  Mutoha Arkanuddin

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

VISIBILITAS HILAL

Prediksi Awal Bulan Muharram 1435 Hijriyah

Oleh : Mutoha Arkanuddin

Diposting oleh : admin

Pada 3 November 2013

 

Tahun 1433 Hijriyah akan segera berakhir dan sebentar lagi kita akan memasuki Tahun Baru Hijriyah 1435. Semoga tahun ini kita bisa lebih baik dari tahun kemarin. Minggu, 3 November 2013 sore hari merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Muharram 1435 Hijriyah karena hari itu bertepatan tanggal 29 Zulhijjah 1434 H menurut versi Taqwin Standar Indonesia serta penetapan awal Zulhijjah berdasarkan Keputusan sidang isbat yang diselenggarakan pemerintah.

 

Hari itu dari Pos Observasi Bulan Bukit Bela-belu Parangkusumo, Matahari terbenam pada pukul 17:35 WIB pada azimuth 254°32'. Posisi Hilal saat Matahari terbenam -03°04' di atas ufuk. Bulan terbenam pada 17:25 WIB pada azimuth 255°17' atau 10 menit sebelum Matahari terbenam. Pada kondisi seperti ini mustahil hilal dapat dirukyat.

 

Karena itu RHI Yogyakarta akan melakukan rukyatul hilal pada Senin, 4 November 2013 atau hari berikutnya dari Pantai Parangkusumo, Bantul Yogyakarta. Dalam kesempatan itu juga akan dilakukan streaming video bekerjasama dengan Kementerian Kominfo melalui channel  http://hilal.kominfo.go.id/.

 

selengkapnya...


VISIBILITAS HILAL

Prediksi Awal Bulan Zulhijjah 1434 Hijriyah

Oleh : Mutoha Arkanuddin

Diposting oleh : admin

Pada 28 September 2013

 

Bulan Zulqaidah 1434 H akan segera berakhir. Saatnya kembali melakukan kegiatan rukyatulhilal untuk menentukan awal  bulan berikutnya yaitu Zulhijjah. Penentuan awal bulan Zulhijjah sangat penting artinya  karena terkait dengan pelaksanaan ibadah Hari Arofah (9 Zulhijjah) dan Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijjah).

 

Hari Sabtu tanggal 5 Oktober 2013 merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Zulhijjah 1434 Hijriyah secara resmi di Indonesia. Hal ini berdasarkan pada ketentuan bahwa pelaksanaan rukyat dilaksanakan pada setiap tanggal 29 di akhir bulan. Sore itu dari Pos Observasi Bulan Bukit Bela-belu Parangkusumo, Matahari terbenam pada pukul 17:33 WIB pada azimuth 264°57' atau 5°3' di Selatan titik Barat. Ketinggian  Hilal 3°19' atau 3,3° dihitung dari pusat Bulan sampai ufuk mar'i atau visible horizon pada saat Matahari terbenam pada jarak 3,1° di sebelah Selatan Matahari. Bulan terbenam pada 17:48 WIB pada azimuth 261°19'. Pada kondisi seperti ini secara astronomis Hilal tidak mungkin dapat dirukyat baik menggunakan mata telanjang maupun teleskop karena masih berada di  bawah limit visibilitas. Namun demikian kesimpulan awal bulan masih menunggu laporan kegiatan rukyat.

selengkapnya...


VISIBILITAS HILAL

Prediksi Awal Bulan Syawwal 1434 Hijriyah

Oleh : Mutoha Arkanuddin

Diposting oleh : admin

Pada 4 Agustus 2013

 

Hari Rabu tanggal 7 Agustus 2013 merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Syawwal 1434 Hijriyah secara resmi di Indonesia. Hal ini berdasarkan pada ketentuan bahwa pelaksanaan rukyat dilaksanakan pada setiap tanggal 29 di akhir bulan. Sore itu dari Pos Observasi Bulan Bukit Bela-belu Parangkusumo, Matahari terbenam pada pukul 17:39 WIB pada azimuth 286°21' atau 16,3° di Utara titik Barat. Ketinggian  Hilal 3°59' atau 3,9° dihitung dari pusat Bulan sampai ufuk mar'i atau visible horizon pada saat Matahari terbenam pada jarak 5,9 °di sebelah Selatan Matahari. Bulan terbenam pada 17:56 WIB pada azimuth 279°50'. Pada kondisi seperti ini secara astronomis Hilal tidak mungkin dapat dirukyat baik menggunakan mata telanjang maupun teleskop karena masih berada di  bawah limit visibilitas.

selengkapnya...


BERITA

Silaturrahmi Nasional (Silatnas) RHI 2012

Diposting oleh : admin

Pada 2 Oktober 2012

 

 

Menjelang usianya yang ke-7 tahun, Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Falak (LP2IF) Rukyatul Hilal Indonesia (RHI) telah memiliki Koordinator Wilayah (Korwil) di 50 lebih kota-kota di Indonesia dengan beberapa diantara di manca negara. Lembaga ini juga telah memiliki lebih dari 1000 member di seluruh Indonesia. Selama ini media komunikasi yag selalu digunakan sebagai sarana koordinasi antar wilayah berupa pemanfaatan teknologi informasi baik lewat internet maupun sarana telekomunikasi seperti telepon dan ponsel. Untuk itulah diharapkan
 

selengkapnya...


ARTIKEL

Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011

Oleh : Hanief Tri Hantoro

Diposting oleh : admin

Pada 6 Desember 2011

GBT 16 juni 2011 (Sumber: Planetarium Tenggarong)Bersiaplah untuk gerhana yang terakhir di tahun ini, yaitu Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada tanggal 10 Desember 2011. Beruntunglah kita yang ada di seluruh wilayah Indonesia karena dapat mengamati peristiwa spektakuler ini sejak awal hingga akhir.

Masih ingat dengan Gerhana Bulan Total di bulan Juni lalu? Apabila gerhana tersebut dimulai pada pukul 01.23 WITA, gerhana nanti akan dimulai lebih awal yaitu pada pukul 19.33 WITA, sehingga lebih bersahabat dibandingkan jika terjadi pada dinihari. Apalagi terjadinya di malam Minggu, tentunya tidak akan terlalu mengganggu proses belajar para siswa. Perbedaan lainnya adalah gerhana nanti akan terjadi lebih singkat dibandingkan gerhana Juni lalu. Kali ini totalitas gerhana hanya akan berlangsung selama 50 menit saja, bandingkan dengan gerhana yang terjadi pada Juni lalu yang mencapai 100 menit.

selengkapnya...


ARTIKEL

23 Tahun Keputusan Sidang Isbat Penentuan Awal Bulan Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah di Indonesia

 

Oleh : Mutoha Arkanuddin

Diposting oleh : admin

Pada 7 Juli 2013

 

Setelah melakukan inventarisasi, melacak dan mengkompilasi sumber-sumber berita di sana-sini akhirnya data hasil Keputusan Sidang Itsbat yang diselenggarakan oleh Pemerintah cq. Kementerian. Agama RI dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama untuk penentuan awal bulan Ramadahan, Syawwal dan Zulhijjah selama 22 tahun ke belakang 1988-2011 akhirnya dapat disusun. Data ini tentunya masih memerlukan koreksi seandainya masih ada yang kurang tepat.

Namun demikian sekilas melihat hasil keputusan yang diambil nampaknya hampir semua data yang digunakan sebagai dasar penetapan istbat selain istikmal adalah klaim rukyat dan bukan hasil rukyat yang dapat dipertanggungjawabkan secara astronomis. Artinya hampir semua laporan rukyat yang diterima (tulisan RUKYAT berwarna merah) terjadi saat posisi hilal pada ketinggian di bawah limit visibilitas mata telanjang.

 

selengkapnya...


TOKOH FALAK

KH. Hasan Basri

Diposting oleh : admin

Senin, 23 Maret 2009

 

KH. Hasan Basri : GELAR akademis yang sekarang ini dikejar-kejar banyak orang sekolahan ternyata tidak penting bagi Kiai Hasan Basri Said, salah seorang kiai yang pada masa hidupnya sangat getol mengamati pergerakan benda-benda langit; menggeluti disiplin keilmuan paling unik di pesantren, ilmu falak. Bagi Kiai Hasan Basri, model pendidikan yang berorientasi pada gelar itu tidak akan memberikan kebanggaan apa-apa.

Ilmu yang berorientasi pada gelar dan kelulusan tidak akan bisa dinikmati sebagai ilmu itu sendiri karena pastinya tidak akan ada inovasi; tidak ada penemuan baru. Lihat bagaimana orang sekolahan hanya berputar-putar pada pakem dan target materi yang sudah baku. Lalu lihat bagaimana para sarjana yang hanya bersibuk dengan urusan teknis: bagaimana ilmunya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghidupan, mencari dan memperbanyak uang. Bukankan seharusnya sebuah ilmu itu mandiri dan tidak goyak oleh apapun jua, apalagi sekedar uang. Biarkan ilmu itu terus berkembang untuk mencapai suatu peradaban yang setinggi-tingginya.

Dengan bangga Kiai Hasan Basri menunjukkan satu alat teropong bintang yang diciptakannya sendiri, yang mampu mengukur dan mengamati gerak gerik benda langit, juga untuk mengukur arah kiblat. Alat itu terbuat dari rangkaian pipa, termasuk pipa pengintip, dilengkapi dengan penggaris bulat, kompas, benang dan bandulan kecil.

selengkapnya...


ARTIKEL

Pengantar Ilmu Hisab

Oleh : DR. Rinto Anugraha

Diposting oleh : admin

Pada 20 Oktober 2010

 

Islam sebagai agama Allah SWT sangat menekankan akan pentingnya ilmu pengetahuan. Hal ini dapat dibaca dari ayat pertama yang turun kepada Rasulullah SAW yang berbunyi “Iqra’”, banyaknya ayat yang mengisyaratkan tentang ilmu pengetahuan di alam semesta, pujian dari Allah SWT kepada orang-orang yang berilmu, hingga banyaknya ilmuwan muslim di setiap generasi yang turut andil menyumbang peradaban bagi umat manusia.

Salah satu ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi ummat Islam adalah ilmu hisab atau ilmu falak. Ilmu hisab ini sangat berkaitan dengan ibadah penting yaitu shalat, puasa dan haji. Dengan ilmu hisab, waktu shalat fardhu dapat ditentukan dengan memahami pergerakan matahari. Sementara pergerakan matahari itu sendiri telah ditentukan posisinya. Allah SWT berfirman

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa: 103)

selengkapnya...


 

 

LIVE RUKYAT

 

  BHR KEMENAG 

Pusat-Jakarta

DKI Jakarta

D I Y

Jawa Tengah

Banten

Jawa Barat

Jawa Timur

B a l i

N T T

N T B

N A D

Sumatera Utara

R i a u

Sumatera Barat

Jambi

Sumatera Selatan

Bengkulu

Lampung

Bangka Belitung

Kep.  Riau

Kalimantan Barat

Kalimantan Timur

Kalimantan Selatan

Kalimantan Tengah

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Gorontalo

SUlawesi Barat

Maluku

Maluku Utara

Papua

Papua Barat

 

 OBSERVATORIUM  

Assalaam Obs.

Obs. UIN Suka.

Obs. Bosscha

 

 SITUS KOMINFO

Bela-belu, DIY

Lhoknga, Aceh

Medan, Sumut

Pekanbaru, Riau

Lampung

UPI Bandung

Pameungpeuk

Bangkalan, Jatim

Pelabuhanratu, Jabar

Mataram, NTB

Kupang, NTT

Pontianak, Kalbar

Makasar, Sulsel

Biak, Papua

Denpasar, Bali

 Pontianak, Kalbar

 Makassar, Sulsel

 

 SITUS BOSSCHA

Bela-belu, DIY

Lhoknga, Aceh

Medan, Sumut

Pekanbaru, Riau

Lampung

UPI Bandung

Pameungpeuk

Bangkalan, Jatim

Pelabuhanratu, Jabar

Mataram, NTB

Kupang, NTT

Pontianak, Kalbar

Makasar, Sulsel

Biak, Papua

Denpasar, Bali

 Pontianak, Kalbar

 Makassar, Sulsel

 

FASE BULAN

KOMENTAR

SPONSOR

 

Way to discover the sky

The Realistic Planetarium Software

Dealer Teleskop Vixen Indonesia

PENGUNJUNG

 

 

 

BEST WITH

 

 

 

 

Copyright © 2009 Rukyatul Hilal Indonesia (RHI)   |  Semua tulisan dalam situs ini bebas disunting dengan menyebutkan sumber dan penulisnya. | Admin: Mutoha Arkanuddin