|
ARTIKEL
GERHANA BULAN
SEBAGIAN (GBS) DI MALAM TAHUN BARU
Oleh :
Mutoha Arkanuddin
Diposting oleh
:
admin
Pada 12 Desember 2009
Mengawali tahun 2010 nanti berdasarkan
perhitungan astronomis akan terjadi lagi peristiwa musiman yaitu Gerhana
Bulan. Seperti sudah diketahui gerhana Bulan terjadi akibat posisi
Matahari-Bumi-Bulan segaris, saat itu bayangan Bumi yang seharusnya sampai
di permukaan Bulan akan terhalang sebagian atau seluruhnya sehingga
permukaan Bulan terlihat gelap. Saat Bulan tertutup seluruhnya disebut
Gerhana Bulan Total (GBT) dan saat Bulan hanya tertutup sebagian disebut
Gerhana Bulan Sebagian (GBS).
Gerhana kali ini juga mengawali purnama pertama di tahun 1431 H. ini berupa
Gerhana Bulan Sebagian (GBS) atau dalam istilah asingnya disebut Partial
Lunar Eclipse. Kabar baiknya peristiwa ini adalah ia dapat diamati dari
seluruh kawasan Indonesia sambili merayakan datangnya pergantian tahun baru
2009/2010.
Menurut keterangan dari NASA, gerhana kali ini merupaka gerhana seri Saros
yang ke-115 anggota ke-57 dari 72 rentetan gerhana dalam seri tersebut.
Kontak umbra yang merupakan kontak dimana dapat diamati dengan mata
telanjang ini hanya menutup sedikit sisi Selatan Bulan ini hanya berlangsung
sekitar 1 jam dengan maksimum gerhana terjadi pada sekitar pukul 02:23 WIB.
Sehingga para pengamat gerhana hanya akan menyaksikan wajah Bulan yang
sedang purnama pagi itu sedikit gelap pada sisi sebelah Selatannya.
Penampilan Bulan malam itu di Langit Barat juga akan bertambah menarik
karena ditemani oleh konstelasi atau rasi Orion yang orang Jawa menyebutnya
sebagai "Lintang Waluku" berada tepat di sebelah Selatan Bulan dengan
bintangnya yang paling terang yaitu Rigel dan Betegeuse. Bintang Sirius,
Procyon dan Capella juga akan terlihat pagi itu.

Tahapan Kontak Gerhana :
P1 (Kontak Penumba Mulai) = 00:17:08 WIB
U1 (Kontak Umbra Mulai) = 01:52:43 WIB
Maksimum Gerhana = 02:22:39 WIB
U4 (Kontak Umbra Selesai) = 02:52:41 WIB
P4 (Kontak Penumbra Selesai) = 04:28:11 WIB
Kecuali Indonesia, sebagian besar wilayah Asia dan Afrika juga dapat
penyaksikan peristiwa astronomis ini. Jadi tunggu apa lagi segera rencanakan
malam Tahun Baru 2010 anda untuk juga menyaksikan peristiwa yang cukup
langka dan jarang terjadi ini. Teleskop dan binokuler adalah pilihan terbaik
untuk dapat mengamati peristiwa ini dengan baik. Untuk itu bergabunglah
dengan klub-klub astronomi yang menyediakan sarana pengamatan menggunakan
perlengkapan astronomi.
Gerhana, baik itu Gerhana
Matahari maupun Gerhana Bulan merupakan peristiwa alam biasa yang secara
astronomis dapat dihitung kapan akan terjadi. Peristiwa gerhana bukan tanda
kelahiran atau kematian seseorang namun gerhana merupakan momen untuk
merenungkan kembali tanda Kemahabesaran Allah SWT, Tuhan Pencipta Alam
Semesta. Maka dari itu umat Islam dihimbau untuk memberikan makna akan
kehadiran gerhana dengan memperbanyak doa, takbir dan sedekah seperti yang
diajarkan Rasulullah serta disunahkan melaksanakan shalat khusuf atau shalat
gerhana sesuai tuntunan yang berlaku.
|