
alah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah
peristiwa gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar
eclipse). Terjadinya gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda
kekuasaan Allah SWT yang meletakkan matahari dan bulan pada garis
edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang dapat dipelajari oleh
manusia. Allah SWT berfirman, "Dan Dia telah menundukkan (pula)
bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya);
dan telah menundukkan bagimu malam dan siang." (Ibrahim:33).
Allah SWT juga berfirman, "Tidaklah mungkin bagi matahari
mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan
masing-masing beredar pada garis edarnya." (Yasin:40)
Pada hari Rabu, 22 Juli 2009, Insya Allah akan terjadi gerhana
matahari total (total solar eclipse). Gerhana matahari terjadi ketika
matahari-bulan-bumi terletak pada satu garis lurus. Karena itu,
gerhana matahari selalu terjadi saat bulan baru (new moon), meskipun
tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari. Gerhana
matahari bersifat total jika ada permukaan bumi yang terkena bayangan
umbra bulan.
selengkapnya...
ARTIKEL
Kalkulasi
Gerhana Matahari dan Bulan
Oleh : Ferry M. Simatupang
*)
Diposting oleh
:
admin
Pada 12 Juni 2009
Dengan
alat bantu kalkulator saku, kita bisa menghitung kapan terjadinya gerhana bulan
atau gerhana matahari. Tetapi tentu saja tidak dengan ketelitian tinggi. Dalam
tulisan bab ini, anda akan diperkenalkan cara menghitung kapan terjadinya
gerhana. Perhitungan di sini tidak dimaksudkan untuk kepentingan ilmiah
(karena akurasinya tidak memadai untuk itu), tetapi bisa untuk kegunaan
penelusuran historis atau untuk mengetahui kapan akan terjadi gerhana yang akan
datang. Bab ini disusun terutama berdasarkan referensi.
selengkapnya...
ARTIKEL
Awal Waktu
Shalat Perspektif Syar'i dan Sains
Oleh : Susiknan Azhari *)
Diposting oleh :
admin
Pada 23 Maret 2009
Persoalan
salat adalah merupakan persoalan fundamental dan signifikan dalam Islam.
Dalam menunaikan kewajiban salat, kaum muslimin terikat pada waktu-waktu
yang sudah ditentukan “sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang
ditentukan waktu-waktunya atas orang-orang yang beriman” (QS. An-Nisa: 103).
Konsekuensi logis dari ayat ini adalah salat tidak bisa dilakukan dalam
sembarang waktu, tetapi harus mengikuti atau berdasarkan dalil-dalil baik
dari Al-Qur’an maupun Al-Hadis.
Sebelum mengkaji lebih jauh
persoalan awal waktu salat, terlebih dahulu perlu dipertanyakan: apakah awal
waktu salat itu benar-benar ada? Dalam Al-Qur’an tidak ditemukan istilah
awal waktu, yang ada adalah istilah kitaban mauquta. Meskipun demikian,
istilah awal waktu salat sudah demikian populer dikalangan masyarakat. Lalu
dimana dapat dijumpai istilah awal waktu salat. Jika dibaca kitab-kitab
klasik dengan teliti dan cermat terutama yang mengkaji persoalan-persoalan
fikih maka akan ditemukan. Dalam kitab-kitab tersebut ada bab khusus yang
berjudul mawaqit as-salat, disinilah akan ditemukan istilah dimaksud. Hampir
seluruh kitab fikih pada saat membicarakan salat ada bab khusus yang
membicarakan mawaqit as-salat.
ARTIKEL
Menghitung
Arah Kiblat
Oleh : Sriyatin Shadiq Al Falaky
Diposting oleh
:
admin
Pada 23 Maret 2009
Arah Kiblat dan
Segitiga Bola
Kata Arah Kiblat, dua kata ini yang akan
dicari formulasi dan hitungan penentuannya. Kata arah berarti jurusan,
tujuan dan maksud,
yang lain memberi arti jarak terdekat
yang diukur melalui lingkaran besar pada permukaan bumi,
dan yang lain artinya jihad, syathrah dan azimuth.
Sedangkan kata Kiblat berarti Ka’bah yang terletak di dalam Masjidil
Haram kota Mekah. Para ulama sepakat menghadap ke arah kiblat merupakan
syarat sahnya shalat, maka kaum muslimin wajib menghadap ke arah kiblat dalam
melakukan ibadah shalat. Dengan demikian arah kiblat adalah suatu arah
(kiblat di Mekah) yang wajib dituju oleh umat Islam ketika ibadah shalat.
selengkapnya...
ARTIKEL
Menghitung Awal
Bulan Sistem Ephemeris Hisab-Rukyat
Oleh : Sriyatin Shadiq Al Falaky
Diposting oleh :
admin
Pada 23 Maret 2009

Contoh
perhitungan awal bulan “Sistem Ephemeris Hisab Rukyat” (Hisabwin version
1.0/1993 atau Winhisab version 2.0/1996) ini disampaikan pada Kegitan
“Penataran/Pelatihan/Orientasi/Kuliah/ Pertemuan/Diklat Hisab Rukyat” sejak
tahun 1993 sampai sekarang, disajikan dengan cara dan penggunaan yang sama,
hanya contoh perhitungan awal bulan dibuat berbeda/disesuaikan.
Semoga manfaat. Amin
CONTOH PERHITUNGAN AWAL BULAN SYAWAL 1426 H
Lintang tempat Jakarta (f)
= ‑ 6°
10' LS
Bujur tempat Jakarta (l)
= 106°
50' BT
Tinggi tempat = 28 meter di atas laut
selengkapnya...