1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Hasil Karya Para Ahli Falak

Perkembangan ilmu falak di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah masuknya keilmuan tersebut baik yang dibawa oleh para pakar falak yang belajar langsung di Timur Tengah maupun dari buku-buku yang mereka bawa ke tanah air. Semenjak ilmu hisab banyak dipelajari oleh para ulama di Indonesia maka berkembang juga karya-karya bidang keilmuan ini baik dalam bentuk buku atau kitab falak serta instrumen atau peralatan-peralatan yang berhubungan dengan keilmuan ini. Peralatan-peralatan falak tersebut mulai dari peralatan sederhana tongkat istiwa, pathok rukyat, gawang lokasi serta kompas hingga peralatan yang lebih rumit seperti rubuk mujayyab dan astrolabe. Alat-alat tersebut secara teknis dibuat oleh ahli-ahli falak falak tersebut dengan bahan-bahan yang ada di sekitarnya karena ia dibutuhkan dalam rangka untuk melakukan observasi dan pengukuran. Semenjak komputer banyak digunakan membantu dalam belajar ilmu falak, peralatan falak berbasis disain komputer juga banyak diciptakan oleh para ahli falak. Berikut ini kami mencoba merangkum dan mengumpulkan beberapa karya-karya dari para ahli falak khususnya dari negeri sendiri dan beberapa karya negeri lain.

I-zun Dial karya Ihtirozun Ni’am

I-zun Dial adalah salah satu instrumen falak yang multi fungsi. Ia bisa dipakai untuk menentukan arah mata angin, arah kiblat, melokalisir objek rukyah, observasi benda langit, mengetahui waktu, mengetahui ketinggian benda langit, mengetahui lintang dan bujur tempat, dan fungsi-fungsi lainnya. Alat ini berbentuk persegi dengan ukuran 25x25 cm. Di tengahnya terdapat lubang tempat pemasangan gnomon bila mau dipakai untuk mengukur arah kiblat. Di bawah bidang dial-nya diberi tata’an/penyangga untk menjaga agar bidang dial tidak mudah goyah. Alat ini terbuat dari bahan yang transparan sehingga bisa dipakai untuk observasi objek langit yang ada di belakangnya.

Selengkapnya...

Teropong dan Pengukur Kiblat karya Kyai Hasan Basri

Semasa hidup beliau, Kiai Hasan Basri salah seorang ahli falak terkenal dari Gresik pernah menciptakan alat teropong bintang yang bisa juga digunakan untuk mengukur dan mengamati gerak gerik benda langit, juga untuk mengukur arah kiblat. Alat itu terbuat dari rangkaian pipa, termasuk pipa pengintip, dilengkapi dengan penggaris bulat, kompas, benang dan bandulan kecil dan sampai tulisan ini diturunkan belum diperoleh informasi apa nama alat tersebut.

Selengkapnya...

Astrolabe RHI - karya Mutoha Arkanuddin

Pengertian "Astrolabe" secara umum adalah perangkat astronomi kuno yang digunakan untuk mengetahui posisi serta melakukan pengukuran posisi terhadap benda-benda langit. Astrolabe pertama kali dibuat pada masa peradaban Yunani dan dikembangkan oleh ilmuwan muslim seperti Al Khawarizmi, Ibrahim al Fazari dan Al Biruni pada sekitar abad 2-5 hijriyah. Nama astrolabe berasal dari bahasa Yunani "astro" yang artinya bintang dan "labio" yang artinya pengintai. Sementara orang Arab menyebutnya dengan nama "al-usthurlab".

Selengkapnya...

Mizwala - Pengukur Kiblat karya Hendro Setyanto

Mizwala pada dasarnya adalah sebuah sundial (bahasa arab: mizwala, bahasa indonesia: bencet/jam matahari). Sundial, merupakan penunjuk waktu berdasarkan posisi matahari. Alat ini terdiri dari 3 komponen utama, yaitu:
1.   Gnomon  sebagai pembentuk bayangan
2.   Bidang dial sebagai tempat bayangan
3.   Kurva waktu sebagai penanda waktu dari bayangan yang dibentuk gnomon pada bidang dial.

Selengkapnya...

Kompas Kiblat RHI karya Mutoha Arkanuddin

Kompas Kiblat RHI adalah alat pengukur arah kiblat berbasis kompas dengan ukuran 50 cm terbuat dari bahan plastik tebal dengan teknik cetak digital dilengkapai kompas dan benang pengukur. Alat ini merupakan hasil kreasi Mutoha Arkanuddin dari LP2IF Rukyatul Hilal Indonesia (RHI) sejak awal tahun 2007 sebagai alat praktek pelatihan arah kiblat di acara pembinaan Hisab Rukyat Departemen Agama.

Selengkapnya...

Istiwa'aini - Pengukur Kiblat karya Kyai Slamet Hambali

Istiwa Aini adalah salah satu tipe 'sundial' yaitu alat falak yang dirancang dan dikembang oleh Kyai Drs. Slamet Hambali dosen Falak UIN Walisongo Semarang. Alat ini digunalan untuk mengukur arah kiblat. Terbuat dari bahan acrilic dan stiker digital printing. Konsep astronomi yang digunakan dalam alat ini tidak jauh beda dengan Mizwala karya Hendro Setyanto yaitu membidik Matahari yang telah dketahui azimutnya melalui bayangan yang dihasilkan oleh tongkat istiwa sebagai patokan menentukan arah kiblatnya.

Selengkapnya...

00:00:00

HISAB-RUKYAT
Ilmu Falak
────────────
Awal Bulan
────────────
Arah Kiblat
────────────
Waktu Shalat
────────────
Gerhana
────────────
 
KATEGORI
Buku Falak
────────────
Tokoh Falak
────────────
Karya Falak
────────────
Berita Falak
────────────
Peralatan
────────────
Software
────────────
Artikel
────────────
 
 
 
 
 

FOLLOW ME

Bergabung dengan Droup Facebook RHI Follow Tweeter RHIGroup Diskusi RHI via Yahoo

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

     Online :  0 member