|
 |
|

|
|
TOKOH FALAK
Al Idrisi
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009

AL-IDRISI
(1099-1166M) : Beliau ialah Abu Abdallah
Mohammed Ibnu As-Syarif Al-Idrisi. Beliau lebih dikenali dengan
panggilan Al-Idrisi, sempena nama bapanya. Al-idrisi dilahirkan pada
tahun 1099 masihi di Ceuta, Sepanyol dan meninggal dunia pada tahun 1166
masihi.
Sumbangan al-Idrisi Sumbangan utama tokoh ini ialah menghasilkan bebola
perak seberat 400 paun untuk Raja Roger II, lengkap dengan membahagikan
dunia kepada 7 iklim, laluan perdagangan, teluk, tasik, sungai,
bandar-bandar besar, bukit dan lembah serta gunung-ganang. Beliau juga
mencatatkan jarak dan ketinggian sesuatu tempat dengan tepat. Tokoh
Geografi kurun ke-12 ini kemudiannya menghasilkan buku Nuzhah al Musytaq
fi Ishtiraq al Afaq (Kenikmatan pada Keinginan Untuk Menjelajah Iklim)
atau Roger's Book iaitu sebuah ensiklopedia geografi yang mengandungi
peta dan informasi tentang negara Eropah, Afrika dan Asia. Mencatatkan
perihal masyarakat, budaya, kerajaan dan cuaca negara-negara yang
terdapat di dalam petanya.
Beliau turut menggunakan semula garisan lintang dan garisan bujur yang
diperkenalkan sebelumnya dalam peta yang dihasilkan. Beberapa abad
lamanya, Eropah menggunakan peta Al Idrisi dan turut menggunakan hasil
kerja ilmuwan ini ialah Christopher Columbus.
Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah
Muhammad bin Muhammad bin Abdullah bin Idris ash-Shiqili atau singkatnya
Al-Idrisi. Al Idrisi adalah pakar geografi, kartografi, mesirologi,
zoologi dan botani. Lahir di kota Afrika Utara Ceuta (Sabtah) tahun 493
H./1100 M, tumbuh dan besar di Cetua dan menempuh pendidikan di Cordova,
ia meninggal tahun 560 H./1166 M di Sisilia. Al Idrisi membuat peta
dengan cara menggabungkan pengetahuan dari Afrika, Samudera Hindia, dan
Timur Jauh yang dikumpulkan para penjelajah dan pedagang Islam dalam
bentuk peta Islam, dan juga dari informasi yang dibawa oleh
pelayar-pelayar Normandia. Karyanya banyak menyajikan data komprehensif
dari setiap wilayah di dunia sehingga Al-Idrisi menjadi sangat dikenal
dan mulai dilirik oleh kalangan navigator laut Eropa serta kalangan
militer.
Kepopuleran Al-Idrisi ketika itu terdengar
hingga ke Raja Roger II, raja Norman dari Sicilia. Al-Idrisi kemudian
diundang ke istana oleh Raja Roger II, ia diminta oleh Raja Roger II
untuk membuat sebuah peta dunia. Al-Idris menyanggupi, namun ia
mengajukan syarat bahwa dalam peta itu ia ingin memasukkan data bahwa
Sicilia pernah berada dalam kekuasaan kaum muslim sebelum Raja Roger
berkuasa. Proyek pembuatan peta tersebut melibatkan 12 sarjana, 10
diantaranya adalah ilmuwan muslim. Pengerjaan tersebut dikerjakan di
kota Palermo, dimana para navigator dari berbagai wilayah seperti
Mediterania, Atlantik dan perairan utara kerap bertemu. Al-Idrisi
menggali informasi dari setiap navigator yang tengah beristirahat di
Palermo.
Dia bersama timnya mewawancarai dan
menggali pengalaman para navigator. Penjelasan dari seorang navigator
akan dikonfrontir kepada navigator lainnya, lalu hasil kajian tersebut
dirumuskan. Fakta-fakta tersebut dikumpulkan lalu disaring, dan hanya
keterangan yang paling jelas yang ia jadikan acuan dalam membuat peta.
Al Idrisi melakukannya hingga bertahun-tahun, hingga peta tersebut
selesai pada tahun 1154 M.
‘’Saat raja tak lagi ambil bagian secara aktif, saya selesaikan peta
ini,” papar Al- Idrisi dalam pengantar kitab Nuzhat Al- Mustaq fi
Ikhtirak Al-Afaq yang ditulisnya. Al Idrisi kemudian membuat peta bola
bumi alias globe dari perak murni. Globe tersebut memiliki berat sekitar
400 kilogram.
Dalam globe itu, Al-Idrisi menggambarkan
enam benua dengan dilengkapi jalur perdagangan, danau, sungai, kota-kota
utama, daratan serta gunung-gunung. Globe tersebut juga memuat informasi
mengenai jarak, panjang dan tinggi secara tepat. Sebagai pelengkap
Al-Idrisi menulis buku berjudul Al- Kitab al-Rujari atau Buku Roger yang
didedikasikan untuk sang raja, dimana dalam buku tersebut, Al-Idrisi
menjelaskan tentang batas-batas wilayah masing-masing negara mulai dari
Al-Yabis sampai laut Atlantik. Selama berabad-abad, peta yang dibuatnya
telah digunakan peradaban Barat karena pada masa itu belum ada sarjana
Barat yang mampu membuat peta dunia yang akurat. Sehingga sosok
Al-Idrisi menjadi sangat fenomenal di benua Eropa. Peta yang diciptakan
Al-Idrisi tersebut digunakan para penjelajah Barat untuk berkeliling
dunia. Dua abad sebelum Marco Polo menjelajahi samudera, Al Idrisi sudah
memasukkan seluruh benua seperti Eropa, Asia, Afrika, dan utara Equador
ke dalam peta yang diciptakannya. Dan tanpa peta Al-Idrisi pula, mungkin
saja Chistopher Columbus tak bisa menginjakkan kakinya di benua Amerika.
Menurut Dr A Zahoor dalam tulisannya berjudul Al-Idrisi, saat melakukan
ekspedisi mengelilingi dunia, Columbus menggunakan peta yang dibuat
Al-Idrisi. Inilah merupakan salah satu fakta lainnya yang dapat
mematahkan klaim Barat bahwa Columbus merupakan penemu benua Amerika
yang pertama.
Ilmuwan barat bernama Scott mengakui kehebatan dan kepiawaian Al-Idrisi
dalam merancang dan membuat peta dunia yang begitu akurat. Menurut
Scott, selama tiga abad lamanya peta yang dibuat Al-Idrisi dijiplak para
geografer tanpa mengubahnya sedikit pun. Itu membuktikan betapa para
geografer Barat begitu mengagumi dan mengakui kapasitas keilmuwan
Al-Idrisi. ‘’Kompilasi yang disusun Al-Idrisi menandai sebuah era dalam
sejarah sains. Tak hanya informasi historisnya saja yang sangat bernilai
dan memikat, namun penjelasannya tentang beberapa bagian dunia masih
berlaku,’‘ papar Scott mengakui karya yang telah disumbangkan Al-Idrisi.
Sebagai tambahan, Al-Idrisi selain dikenal sebagai ahli dalam bidang
geografer dan kartografer, ia juga berperan dalam pengembangan studi
zoologi dan botani. Kontribusinya terbilang penting bagi pengembangan
ilmu hayat itu dituliskannya dalam beberapa buku. Ia begitu intens
mengkaji ilmu pengobatan dengan tumbuh-tumbuhan. Tak heran, jika ilmu
Botani berkembang pesat di Cordoba, Spanyol - tempat Al-Idrisi menimba
ilmu.
Berikut karya-karya penting yang ditulis Syarif al-Idrisi:
1. Nuzhatul Musytaq fi Ikhiraqil Afat
(Kesenangan untuk Orang-orang yang Ingin Mengadakan Perjalanan Menembus
Berbagai Iklim), yang dipersembahkan kepada Raja Roger II. Buku ini
menjadi sebuah ensiklopedi yang berisi peta secara detil dan informasi
lengkap negara-negara Eropa. Buku ini kemudian menjadi rujukan penting
bagi para ilmuwan di Eropa selama kurun waktu 300 tahun, yakni sampai
abad ke 16 M.
2. Rawd-Unnas wa-Nuzhat al-Nafs (Kenikmatan Lelaki dan Kesenangan Jiwa).
Pengetahuannya tentang kaum negro dari Timbuktu, di Sudan dan asal
sumber air sungai Nil di Mesir adalah salah satu bukti keakuratannya
yang menakjubkan.
3. Al Jamili Sifat Ashtat al Nabatat. Dalam bukunya itu Idris membuat
pandangan dan memadukan semua literatur dari berbagai subjek ilmu
kedokteran serta menggabungkannya dengan metode pengobatan ilmuwan Islam
ditambah dengan beberapa risetnya. Riset yang dikumpulkan Idris ketika
ia melakukan perjalanan-perjalanan. Misalnya dalam buku itu Idris,
menjelaskan nama-nama obat dalam beberapa bahasa, termasuk Berber
(Arab), Suriah, Persia, Hindi, Yunani dan bahasa latin.
4. Shifatul Arab (Karakter Bangsa Arab).
5. Kharitatul 'alaamil Ma'mur minal Ard (peta dunia), yang mencakup
wilayah Asia, Afrika dan Eropa tempo dulu.
Beberapa karya Al-Idrisi telah
dialihbahasakan kedalam bahasa latin. Dan selama beberapa abad kemudian
menjadi buku yang sangat popular di daratan Eropa. Salah satu bukunya
yang telah diterjemahkan, diterbitkan di Roma pada tahun 1619.
Terjemahan itu dibuat dalam bentuk kecil, dan sang penerjemah ternyata
tak memberi penghargaan kepada Idris. Namanya tidak dicantumkan dalam
buku itu. Kasus ini sangat menarik karena sebelumnya orang-orang Eropa
butuh beberapa abad untuk membuat bola dunia dan peta dunia sendiri.
|
|
KOMENTAR


SPONSOR






PENGUNJUNG


FOLLOW ME





WEB BROWSER



|
 |