|
TOKOH FALAK
Al Zarqali (Astronom
Andalusia)
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 November 2009
Arzachel.
Begitulah masyarakat Barat biasa menyebut al-Zarqali, seorang astronom
Muslim legendaris dari Andalusia. Kontribusinya bagi pengembangan astronomi
modern sungguh sangat besar. Ia tak hanya menciptakan peralatan astronomi
berteknologi, namun juga sederet terori penting.
Tak heran jika kemudian, masyarakat astronomi modern mengabadikan namanya di
salah satu kawah bulan. Ia tercatat sebagai satu dari 24 ilmuwan Muslim yang
diakui dunia sains modern. Al-Zarqali merupakan salah satu ilmuwan yang
lahir dari era kejayaan Islam di Spanyol Muslim alias Andalusia. Sejatinya,
ia bernama lengkap Abu Ishaq Ibrahim Ibnu Yahya al-Zarqali. Di dunia Islam,
ia juga dikenal dengan nama al-Zarqalluh atau al-Zarqallah. Dia terlahir di
Toledo, Andalusia pada tahun 1029 M. Al-Zarqali tumbuh besar ketika kejayaam
peradaban Islam di Andalusia berada di tubir kehancuran.
Saat itu, Andalusia diserang pasukan Kristen dari berbagai penjuru. Pada
akhir abad ke-11 M, pusat peradaban Islam di Eropa itu nyaris jatuh dikuasai
pasukan Kristen. Untunglah, pasukan tentara Dinasti Murabbitun dari Maroko
berhasil mematahkan serangan pasukan musuh.
Setelah kekuasaan Dinasti Murabbitun berakhir, peradaban Islam di Andalusia
masih sempat bersinar selama dua abad hingga pertengahan abad ke-13 M. Jauh
sebelum al-Zarqali menjelma menjadi seorang ilmuwan terpandang di Andalusia,
peradaban Islam di wilayah itu telah memiliki sederet saintis fenomenal
seperti: Ibnu Firnas (wafat 887), penemu presawat terbang; al-Zahrawi
(936-1013 M), seorang dokter bedah; al-Dinawari seorang ahli botani; serta
al-Majriti (wafat 1007 M) yang juga seorang ilmuwan serbabisa.
Ilmu pengetahuan berkembang pesat di Andalusia, karena mendapat dukungan
dari para penguasa. Pada masa kekuasaan Khalifah al-Hakam II, Andalusia
memiliki sekitar 70 perpustakaan umum. Tak hanya sains yang berkembang,
kota-kota di Andalusia pun menjelma menjadi metropolitan terkemuka.
''Saat itu, Andalusia merupakan kota yang paling berperadaban di Eropa.''
ujar T Burckhardt (1972) dalam bukunya Moorish Culture in Spain.
Perkembangan ilmu astronomi di era Kekhalifahan Umayyah Spanyol mencapai
puncaknya pada abad ke-11 dan 12 M. Ibnu Haitham menjadi salah seorang
astronom asal Andalusia yang pertama kali mengubah konfigurasi Ptolemeus.
Pada akhir abad ke-11 M, al-Zarqali alias Arzachel menjadi astronom
kebanggaan peradaban Muslim di Andalusia. Ia menemukan bahwa orbit planet
itu adalah edaran eliptik bukan edaran sirkular. Selain itu, ada pula
astronom lainnya seperti Ibnu Bajjah serta Nur Ed-Din Al Betrugi alias
Alpetragius yang mengusulkan model-model planet baru.
Kehidupan al-Zarqali

Barron Carra de Vaux (1921) dalam bukunya bertajuk Les Penseurs de l'Islam
menyebut al-Zarqali dengan panggilan 'al-Nekkach' – pemahat logam. Sebelum
dikenal sebagai seorang astronom, al-Zarqali memulai karirnya sebagai
seorang mekanik dan pembuat kerajinan dari logam. Kemahirannya sebagai
seorang mekanik membuatnya dipercaya untuk menjadi pegawai Ibnu Said di
Toledo.
Pada 1060 M, al-Zarqali membuat peralatan observatorium astronomi yang
didedikasikan untuk Yahya Ibnu Abi Mansur. Awalnya, al-Zarqali memang
menciptakan peralatan untuk para ilmuwan lain. Karya ciptanya yang luar
biasa akhirnya mengundang ketertarikan dari ilmuwan lain.
''Para ilmuwan lain akhirnya mengakui kehebatan intelektualitas
al-Zarqali,'' papar Barron carra de Vaux. Al-Zarqali terbilang unik. Dia
adalah seorang saintis Muslim legendaris yang tak pernah belajar secara
formal. Bahkan, pada awalnya, al-Zarqali nyaris tak pernah membaca bahkan
memegang buku sekalipun.
Kalangan ilmuwan yang kagum dengan karya-karya al-Zarqali kemudian
mendorongnya untuk belajar. Mereka memberinya banyak buku. Al-Zarqali pun
kemudian belajar secara otodidak. '' Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1062
M, dia menjadi anggota kumpulan para ilmuwan di Andalusia,'' Juan Vernet
dalam Dictionary of Scientific Biography.
Setelah mensejajarkan dirinya dengan para ilmuwan lainnya, al-Zarqali tak
lagi menciptakan peralatan untuk saintis lain. Sang saintis mulai
menciptakan penemuannya sendiri. Bahkan, al-Zarqali pun mengajarkan ilmu
otoddak yang dikuasainya. Sejak saat itulah, dia dikenal sebagai ilmuwan
terkemuka di Andalusia.
Salah satu penemuan al-Zarqali yang paling fenomenal adalah pembuatan jam di
Toledo. Jam yang diciptakannya itu masih bisa digunakan hingga tahun 1135 M.
Penemuannya itu menarik perhatian Raja Alphonso IV. Secara khusus Raja
Alphonso mencari tahu bagaiama jam yang diciptakan al-Zarqali itu bekerja.
Atrolobe
Selain berhasil menciptakan jam air yang sangat mengagumkan, al-Zarqali juga
mampu membuat astrolab paling canggih dan akurat. Atrolab yang ciptakannya
tergolong paling bagus di antara astrolab lain yang dibuat sebelumnya serta
pada masa itu. Astrolab itu bisa digunakan untuk beragam keperluan.
Astrolab ciptaannya bisa digunakan untuk mengamati siklus zodiak. Selain itu
juga bisa didesain secara khusus untuk mengukur garis lintang dan
memproyeksikan letak ekuator. Teknologi astrolab yang dibuatnya juga bisa
menentukan jam atau waktu.
Al-Zarqali begitu populer di dunia Barat. Selama berabad-abad, karyanya yang
fenomenal, yakni Tabel Toledo begitu dikagumi Masyarakat Kristen Barat.
Hasil buha pikirnya itu begitu berpengaruh bagi masyarakat Barat. Karyanya
itu kemudian diterjemhakan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard of Cremona.
Karyanya al-Zarqali itu mampu bertahan selama lebih dari dua abad.
Pengaruh al-Zarqali yang begitu kuat itu membuat table-table astronomi
lainnya di Eropa didasarkan pada hasil pengukuran al-Zarqali. Tabel
Marseilles yang didasarkan pada Tabel Toledan buatan al-Zarqali juga
diadaptasi ke meridian London, Paris dan Pisa.
Raymond dari Marseilles merupakan salah seorang yang pertama kali
mengadaptasi tabel al-Zarqali di Eropa yakni kota Marseilles. Leopold dari
Austria, juga tercatat sebagai astronom Austria yang juga terpengaruh dengan
pemikiran al-Zarqali. Tak cuma itu, Tablas Alfonsinas yang dibuat Alfonso
juga didasarkan pada hasil kerja al-Zarqali.
Al-Zarqali tutup usia pada tahun 1087 M. Meski begitu, buah pikir dan
karya-karyanya telah memberi inspirasi bagi ilmuwan lain terutama di Eropa.
Peradaban Islam masa kini sudah seharusnya menumbuhkan kembali semangat dan
perjuangan hidup seorang al-Zarqali. N heri ruslan
Kontribusi Sang Astronom
Selain berhasil menemukan fakta bahawa orbit planet itu adalah edaran
eliptik bukan edaran sirkular, al-Zarqali juga mampu mengoreksi data
geografis yang dibuat Ptolemeus. Secara khusus, dia mengoreksi panjang Laut
Mediterania. Al-Zarqali juga mampu menemukan sejumlah fakta penting terkait
rahasia langit, seperti planet, bintang, bulan dan matahari.
Penemuan-penemuan yang diciptakannya ditulis dalam kitab berjudul al-Safiha
al-Zarqaliya alias Azafea. Dalam risalah itu tercatat sejumlah penemuannya
seperti, astrolab universal, tabel 29 bintang serta yang lainnya. Al-Zarqali
dikenal sebagai seorang ilmuwan yang mampu menggabungkan kemampuan teknik
dengan teoritik.
Dalam catatannya, al-Zarqali mengungkapkan adanya observatorium juga
dibangun peradaban Islam di Toledo serta Cordoba. Observatorium yang
dibangun di bawah kekuasaan Dinasti Umayyah Spanyol itu diyakini keduanya
telah menggunakan peralatan astronomi yang tercanggih di zamannya. Beberapa
diantaranya merupakan ciptaan al-Zarqali.
Ia juga tercatat telah menemukan salah satu peralatan komputer analog di era
kejayaan Islam. Arzachel, demikian orang Barat biasa menyebut Al-Zarqali,
berhasil menemukan Equatorium alat penghitung bintang. Peralatan komputer
analog lainnya yang dikembangkan A-Zarqali bernama Saphaea. Inilah astrolabe
pertama universal latitude-independent. Astrolabe itu tak bergantung pada
garis lintang pengamatnya dan bisa digunakan di manapun di seluruh dunia.
hri/RioL
LINK
- Abû Ishâq Ibrâhîm ibn Yaḥyâ al-Naqqâsh al-Zarqâlî (1029–1087)
- http://www.muslimheritage.com/topics/default.cfm?articleID=729
-
http://www.islamicspain.tv/Arts-and-Science/The-Culture-of-Al-Andalus/index.html
- http://www.toledoaldia.com/alcazarIV_toledo.htm
Sumber : Swara Muslim
|