|
TOKOH FALAK
Al Zarqali
(Astronom Andalusia)
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 November 2009
Arzachel.
Begitulah masyarakat Barat biasa menyebut al-Zarqali, seorang astronom
Muslim legendaris dari Andalusia. Kontribusinya bagi pengembangan astronomi
modern sungguh sangat besar. Ia tak hanya menciptakan peralatan astronomi
berteknologi, namun juga sederet terori penting.
Tak heran jika kemudian, masyarakat astronomi modern mengabadikan namanya di
salah satu kawah bulan. Ia tercatat sebagai satu dari 24 ilmuwan Muslim yang
diakui dunia sains modern. Al-Zarqali merupakan salah satu ilmuwan yang
lahir dari era kejayaan Islam di Spanyol Muslim alias Andalusia. Sejatinya,
ia bernama lengkap Abu Ishaq Ibrahim Ibnu Yahya al-Zarqali. Di dunia Islam,
ia juga dikenal dengan nama al-Zarqalluh atau al-Zarqallah. Dia terlahir di
Toledo, Andalusia pada tahun 1029 M. Al-Zarqali tumbuh besar ketika kejayaam
peradaban Islam di Andalusia berada di tubir kehancuran.
selengkapnya...
TOKOH FALAK
Sa'adoeddien Djambek
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009
Seorang
guru serta ahli hisab dan rukyat, putra ulama besar Syekh Muhammad Djamil
Djambek (1860-1947 M/1277-1367 H) dari Minangkabau. Ia memperoleh
pendidikan formal pertama di HIS (Hollands Inlandsche School) hingga tamat
pada tahun 1924 M/1343 H. Kemudian ia melanjutkan studinya ke sekolah
pendidikan guru, HIK (Hollands Inlandsche Kweekschool). Setelah tamat dari
HIK pada tahun 1927 M/1346 H, ia meneruskannya lagi ke Hogere Kweekschool
(HKS), sekolah pendidikan guru atas, di Bandung, Jawa barat, dan
memperoleh ijazah pada tahun 1930 M/1349 H. Selama empat tahun (1930-1934
M/1349-1353 H) ia mengabdikan diri sebagai guru Gouvernements
Schakelschool di Perbaungan, Palembang.
Setelah menjalani
tugasnya sebagai guru di palembang, ia berusaha melanjutkan
pendidikannya, ia mengajukan permohonan untuk dipindahtugaskan ke
Jakarta agar dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
selengkapnya...
TOKOH FALAK
Drs. H. Abdur
Rachim
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 November 2009
Dilahirkan
di Panarukan pada tanggal 3 Februari 1935 M/ 1354 H. Tamat Fakultas
Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada bulan April 1969 M/ Safar
1389 H, sebagai sarjana teladan dan mendapatkan lencana "Widya Wisuda",
dan pada tahun 1982 M/1403 H, mengikuti Studi Purna Sarjana (SPS) dapat
menyelesaikannya sebagai peserta teladan. karirnya sebagai pendidik
dimulai sejak sebagai mahasiswa tingkat doktoral, dipercaya sebagai
asisten H. Saadoe'ddin Djambek dalam mata kuliyah ilmu falak mulai tahun
1965 M/1385 H, pada tahun 1972 M/1392 H diangkat sebagai dosen tetap dalam
mata kuliah tafsir, sesuai dengan jurusannya. Pada tahun yang sama
diangkat sebagai ketua Lembaga Hisab dan Ru'yah, dan pada tahun itu juga
diangkat sebagai Ketua Jurusan Tafsir Fakultas Syari'ah IAIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta. Tahun 1976 M/1396 H diangkat sebagai Wakil Dekan
Bidang Akademis Fakultas Syari'ah IAIN, dan tahun 1981 M/1402 H diserahi
tugas sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syari'ah IAIN
Sunan Kalijaga Yogayakarta. Disamping itu beliau juga sebagai dosen, yang
ikut membina mahasiswa di Fakultas UII, dalam mata kuliah Ilmu Falak dan
Ahkamul Qadla. Tugas ini dilakukan sejak tahun 1972 M/1392 H, dan sejak
tahun 1974 M/1394 H dipercaya sebagai anggota penyusun Al-Qur'an dan
Tafsir.
selengkapnya...
TOKOH FALAK
KH. Ahmad
Badawi
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009

Ahmad Badawi, K.H
: Ahli Falak yang menjadi Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode
1962-1965 M/1382-1385 H dan 1965-1968 M/1385-1388 H. Ia lahir pada tanggal
5 Februari 1902 M/ 1320 H di Kampung Kauman Yogyakarta dan meninggal dunia
pada hari Jum'at 25 April 1969 M/8 Safar 1389 H pukul 09.25 WIB di PKU
Yogyakarta, putra K.H. Ahmad Faqih dan Hj. Habibah (adik K.H. Ahmad
Dahlan). Semasa kecil, ia pertama-tama belajar di Madrasah Ibtidaiyah
Diniyyah Islamiyyah yang didirikan dan diasuh langsung oleh K.H. Ahmad
Dahlan. Setelah itu ia melanjutkan belajar di berbagai pesantren di Jawa
Tengah dan Jawa Timur. Karena ketekunan dan rajin belajar, K.H. Ahmad
Badawi terkenal sebagai ahli fikih, ahli hadis, dan ahli falak.
selengkapnya...
TOKOH FALAK
KH. Ahmad
Dahlan
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009

Ahmad Dahlan, K.H
: Nama kecilnya Muhammad Darwis (ada literatur yang menulis Darwisy),
dilahirkan di Kampung Kauman Yogyakarta pada tahun 1868 Masehi bertepatan
dengan tahun 1285 Hijriyah dan meninggal dunia pada tanggal 23 Februari
1923 M/ 7 Rajab 1342 H, jenazahnya dimakamkan di Karangkajen Yogyakarta.
Dalam bidang ilmu Falak ia merupakan salah satu pembaharu, yang meluruskan
Arah Kiblat Masjid Agung Yogyakarta pada tahun 1897 M/1315 H. Pada saat
itu masjid Agung dan masjid-masjid lainnya, letaknya ke barat lurus, tidak
tepat menuju arah kiblat yang 24 derajat arah Barat Laut. Sebagai ulama
yang menimba ilmu bertahun-tahun di Mekah, Dahlan mengemban amanat
membenarkan setiap kekeliruan, mencerdaskan setiap kebodohan.
selengkapnya...
TOKOH FALAK
Syekh
Thahir Djalaluddin
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009

Syekh Thahir Djalaluddin Al-Azhari
Al-Falaki
Kehadiran Thahir
Djalaluddin, menurut Roff, telah menarik perhatian para ulama kaum tua di
Semenanjung. Mayoritas para ulama tua ini merasa tersaingi dan terkesan
kehadiran ahli falak ini menggerogoti otoritas dan domain keilmuan mereka”
(William Roff)
Syekh Thahir Djalaluddin Al-Azhari Al-Falaki (selanjutnya disebut Thahir
Djalaluddin) pada waktu kecil memiliki nama Muhammad Thahir. Beliau lahir
di nagari Ampek Angkek Canduang, Bukittinggi pada tanggal 7 Desember 1869.
Beliau kembali ke Rahmatullah pada tanggal 26 Oktober 1956 di Kuala
Kangsar Perak, Malaysia. Secara genetik, Thahir Djalaluddin merupakan
keturunan ”darah biru ulama”. Ayahnya bernama Muhammad, yang biasa
dipanggil dengan Syekh Cangkiang. Gelar Syekh ini menunjukkan bahwa ayah
Thahir Djalaluddin merupakan seorang ulama. Sementara itu, kakeknya
bernama Ahmad Djalaluddin dengan gelar Tuanku Sami’, seorang kadi pada
masa Paderi. Thahir Djalaluddin merupakan saudara sepupu dari Syekh Ahmad
Khatib al-Minangkabawi. Sementara itu, ibu Thahir Djalaluddin, Limbak
Urai, merupakan kakak dari Gandam Urai, ibu dari Syekh Ahmad Khatib
selengkapnya...
TOKOH FALAK
KRT Wardan
Diponingrat
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009

Wardan Diponingrat, K.R.T:
Ahli falak, nama kecilnya adalah Muhammad Wardan, dilahirkan pada tanggal
19 Mei 1911 M bertepatan dengan tanggal 20 Jumadal Ula 1329 H di Kauman,
Yogyakarta dan meninggal dunia pada tanggal 3 Februari 1991 M/ 19 Rajab
1411 H. Ayahnya, yaitu kyai Muhammad Sangidu seorang penghulu keraton
Yogyakarta dengan gelar Kanjeng Penghulu Kyai Muhammad Kamaludiningrat
sejak 1913 M/1332 H sampai 1940 M/1359 H. Pendidikan dasarnya diperoleh di
Sekolah Keputran (sekolah khusus untuk para keluarga keraton) dan Standard
Schoel Moehammadijah di Suronatan (lulus tahun 1924 M/1343 H). Kemudian
melanjutkan ke Madrasah Muallimin sampai lulus pada tahun 1930 M/1349 H.
Satu tahun sesudah itu Muhammad Wardan sebenarnya berkeinginan belajar ke
tanah Arab, tapi karena kendala biaya tidak dapat memenuhi cita-citanya
tersebut, akhirnya ia melanjutkan ke Pondok Jamsaren Solo.
selengkapnya...
TOKOH FALAK
Ulugh Begh
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009
Ulugh
Beg : Beliau ialah Mohammad Taragay ibnu Shah Rukh,
cucu kepada Timurlane (1336-1405), panglima Mongol yang amat
terkenal. Ulugh Beg dilahirkan di Soltaniyah,
Iran. Beliau memerintah Empayar Timurid dari tahun 1447 sehingga 1449. Dalam
konflik perebutan kuasa pemerintahan zamannya beliau telah di bunuh
oleh anaknya, Abdul Latif yang kemudian
menggantinya memerintah Empayar Timurid di Samarkand
(Tajikistan).
Sumbangan Ulugh Beg
Ulugh Beg adalah adalah seorang pemerintah, guru, saintis dan ahli
astronomi. Pada zaman pemerintahannya beliau telah membina sebuah pusat
pengajian ilmu di Samarkand dan menjemput ramai
sarjana khasnya di bidang astronomi dan matematik agar belajar
dan mengajar di sana. Beliau juga telah membina sebuah balai cerap
yang diberi nama Zurkhani Zij. Balai cerap ini
menggunakan sebuah sextant gergasi untuk menentukan kedudukan objek-objek
samawi.
selengkapnya...
TOKOH FALAK
KH. Turaichan
Adjhuri
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009

KH. Turaichan Adjhuri Asy-Syarofi
: Umat Islam Indonesia memilik salah seorang tokoh falak dari kota
Kudus Jawa Tengah yang cukup mumpuni dan layak diteladani. Beliau adalah
KH. Turaichan Adjhuri Asy-Syarofi, yang semasa hidupnya dipercayai menjadi
Ketua Markas Penanggalan Jawa Tengah.
Ulama kelahiran Kudus, 10 Maret 1915 ini
adalah putera Kiai Adjhuri dan Ibu Nyai Sukainah. Terlahir di lingkungan
agamis kota santri, sebagai anak yang membekali dirinya dengan belajar
melaui sistem tradisional masyarakat yang telah turun-temurun dijalani
keluarga dan teman-teman di sekitarnya. Mengaji pada para Kiyai dan ulama
di sekitar tempat tinggalnya dan memulai pendidikan formal di daerah
setempat tanpa mengurangi menimba ilmu dalam sistem tradisional. Satu hal
yang menjadi ciri Mbah Tur, Sapaan akrabnya, dibanding tokoh-tokoh dari
daerah lain adalah bahwa Beliau tidak pernah mondok di sebuah pesantren
sebagai santri yang diasramakan.
selengkapnya...
TOKOH FALAK
KH. Hasan Basri
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009
KH.
Hasan Basri : GELAR akademis yang sekarang ini dikejar-kejar
banyak orang sekolahan ternyata tidak penting bagi Kiai Hasan Basri Said
(71), salah seorang kiai yang hingga kini tetap setia mengamati pergerakan
benda-benda langit; menggeluti disiplin keilmuan paling unik di pesantren,
ilmu falak. Bagi Kiai Hasan Basri, model pendidikan yang berorientasi pada
gelar itu tidak akan memberikan kebanggaan apa-apa.
Ilmu yang berorientasi pada gelar dan kelulusan tidak akan bisa dinikmati
sebagai ilmu itu sendiri karena pastinya tidak akan ada inovasi; tidak ada
penemuan baru. Lihat bagaimana orang sekolahan hanya berputar-putar pada
pakem dan target materi yang sudah baku. Lalu lihat bagaimana para sarjana
yang hanya bersibuk dengan urusan teknis: bagaimana ilmunya bisa
dimanfaatkan untuk mendapatkan penghidupan, mencari dan memperbanyak uang.
Bukankan seharusnya sebuah ilmu itu mandiri dan tidak goyak oleh apapun
jua, apalagi sekedar uang. Biarkan ilmu itu terus berkembang untuk
mencapai suatu peradaban yang setinggi-tingginya.
selengkapnya...
TOKOH FALAK
Al Sufi (Abdurrahman As-Sufi)
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009
AL-SUFI(903-986M)
Al-Sufi merupakan ahli astronomi Parsi (Iran) . Beliau dikenali
sebagai Abd ar-Rahman as-Sufi atau Abd al-Rahman Abu al-Hussain atau lebih
dikenali sebagai Azophi di Barat. Beliau yang merupakan salah seorang ahli
sains Islam dilahirkan pada 7 Disember 903 dan meninggal dunia pada 25 Mei
986. Al-Sufi tinggal di kawasan Emir adud ad-Daula di Isfahan.
Sumbangan al-Sufi
Beliau melakukan tugas menterjemah dan mengembangkan kerja-kerja astronomi
Greek, terutama almagest of Ptolemy.Al-Sufi melakukan beberapa sumbangan
dalam astronomi pada zaman pertengahan dengan membetulkan senarai bintang
Ptolemy dan melakukan anggaran magnitud serta kejelasan yang menyimpang
daripada kerja-kerja Ptolemy.
selengkapnya...
TOKOH FALAK
Al Kindi
(Ya'qub ibn Ishaq al-Kindi)
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009

AL-KINDI
(800-873M) : Beliau ialah Abu Yousouf Yaqub
Ibnu Ishaq al-Kindi dan lebih dikenali dengan nama al-Kindi. Dilahirkan di
Kufa, Iraq sekitar tahun 800 Masihi. Sumbangan al-Kindi: Beliau telah
berjasa mengembangkan ilmu falak pada zaman Khalifah al-Ma’mun,
al-Mu’tasim dan al-Mutawakkil, Bani Abbasiyah di Baghdad. Beliau pernah
bertugas bersama-sama Al-Khawarizmi dan pernah menjadi guru peribadi anak
Khalifah al-Mu’tasim. Al-Kindi juga disenaraikan salah seorang ahli falak
yang amat berjasa dalam dunia astronomi.
Diantara hasil kerja beliau ialah kajian
tentang optik, gelombang, monograf pasang surut, peralatan astronomi,
ruang dan waktu dan kaedah penghitungan untuk bulatan. Al-Kindi juga
adalah seorang ahli matematik yang agung. Beliau telah mengulas dan
menerangkan tentang manuskrip pernomboran India, kesepaduan angka, garis
dan pendaraban nombor, quantiti bandingan, kira-kira perkadaran dan masa,
kaedah-kaedah pengangkaan dan pembatalan dalam satu ungkapan persamaan dan
teori keselarian.
selengkapnya...
TOKOH FALAK
Al Khawarizmi
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009
AL-KHAWARIZMI(780-850M : Beliau ialah Abu
Abdullah Mohammad Ibnu Musa dan lebih dikenali dengan Al-Khawarizmi.
Beliau dilahirkan di Khawazim (Kheva), selatan Laut Aral, Uzbekistan.
Sumbangan al-Khawarizmi:
Beliau telah berjasa dalam bidang falak pada zaman pemerintahan Khalifah
al-Ma’mun, Bani Abbasiyah di Baghdad. Beliau telah dinobatkan sebagai Ahli
Falak Diraja atas sumbangan dan kajian beliau. Al-Khawarizmi adalah
seorang ahli falak yang agung. Diantara hasil kerja beliau ialah membuat
penyemakan dan memperkemaskan semula ilmu astronomi pada ketika itu dan
membetulkan pelbagai pandangan Ptolemy. Beliau juga telah menghasilkan
peta dunia pertama yang telah diterokai pada zaman itu. Beliau juga telah
menghitung isipadu dan ukurlilit bumi, mencipta alat penentu kedudukan
bintang, sukatan masa dan jam matahari. Selain bidang falak, Al-Khawarizmi
juga adalah seorang ahli matematik yang agung. Beliau telah merintis
algebra (arithmatic), penggunaan angka sifar dan perpuluhan, fungsi sinus
dan tangen, ungkapan quadratik secara geometri dan trigonometri.
selengkapnya...
TOKOH FALAK
Muhammad
Al Idrisi
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009

AL-IDRISI
(1099-1166M) : Beliau ialah Abu Abdallah
Mohammed Ibnu As-Syarif Al-Idrisi. Beliau lebih dikenali dengan
panggilan Al-Idrisi, sempena nama bapanya. Al-idrisi dilahirkan pada
tahun 1099 masihi di Ceuta, Sepanyol dan meninggal dunia pada tahun 1166
masihi.
Sumbangan al-Idrisi Sumbangan utama tokoh ini ialah menghasilkan bebola
perak seberat 400 paun untuk Raja Roger II, lengkap dengan membahagikan
dunia kepada 7 iklim, laluan perdagangan, teluk, tasik, sungai,
bandar-bandar besar, bukit dan lembah serta gunung-ganang. Beliau juga
mencatatkan jarak dan ketinggian sesuatu tempat dengan tepat. Tokoh
Geografi kurun ke-12 ini kemudiannya menghasilkan buku Nuzhah al Musytaq
fi Ishtiraq al Afaq (Kenikmatan pada Keinginan Untuk Menjelajah Iklim)
atau Roger's Book iaitu sebuah ensiklopedia geografi yang mengandungi
peta dan informasi tentang negara Eropah, Afrika dan Asia. Mencatatkan
perihal masyarakat, budaya, kerajaan dan cuaca negara-negara yang
terdapat di dalam petanya.
selengkapnya...
TOKOH FALAK
Al Battani
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009
AL-BATTANI(858-929M)
: Nama sebenar beliau ialah Abu Abdallah Mohammad Ibnu Jabir Ibn
Sinan al-Raqqi al-Harrani al-Sabi al-Battani dan lebih dikenali dengan
al-Battani. Beliau dilahirkan di Battan, Harran, Turki dan meninggal di
Samarak, Iraq.
Sumbangan Al Battani:
Beliau memulakan kajiannya di Bitan, Iraq, kemudian di Antokiah, Syria.
Beliau telah menggariskan dengan cukup teliti mengenai pusingan tahun dan
musim, kadar peredaran matahari dan menggariskan miring buruj di garisan
khatulistiwa. Beliau juga mempunyai penyelidikan yang teliti dalam gerhana
matahari, bulan dan pergerakanya. Beliau merupakan orang pertama
menggunakan kosain dan garis sendeng dalam segitiga dan sudut juga
penggunaan lambang dan trigonometri ke barat.
selengkapnya...

|