|
 |
|

|
|
TOKOH FALAK
Sa'adoeddien Djambek
Diposting oleh :
admin
Senin, 23 Maret 2009
Seorang
guru serta ahli hisab dan rukyat, putra ulama besar Syekh Muhammad Djamil
Djambek (1860-1947 M/1277-1367 H) dari Minangkabau. Ia memperoleh
pendidikan formal pertama di HIS (Hollands Inlandsche School) hingga tamat
pada tahun 1924 M/1343 H. Kemudian ia melanjutkan studinya ke sekolah
pendidikan guru, HIK (Hollands Inlandsche Kweekschool). Setelah tamat dari
HIK pada tahun 1927 M/1346 H, ia meneruskannya lagi ke Hogere Kweekschool
(HKS), sekolah pendidikan guru atas, di Bandung, Jawa barat, dan
memperoleh ijazah pada tahun 1930 M/1349 H. Selama empat tahun (1930-1934
M/1349-1353 H) ia mengabdikan diri sebagai guru Gouvernements
Schakelschool di Perbaungan, Palembang.
Setelah menjalani
tugasnya sebagai guru di palembang, ia berusaha melanjutkan
pendidikannya, ia mengajukan permohonan untuk dipindahtugaskan ke
Jakarta agar dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Di Jakarta
ia bekerja sebagai guru Gouvernement HIS nomor 1 selama setahun. Pada
tahun 1935 M/1354 H ia memperoleh kesempatan untuk melanjutkan
pendidikan ke Indische Hoofdakte (program diploma pendidikan) di Bandung
sampai memperoleh ijazah pada tahun 1937 M/1356 H. Pada tahun yang sama,
ia juga memperoleh ijazah bahasa Jerman dan bahasa Perancis. Setelah
mengikuti pendidikan di Bandung, ia kembali menjalankan tugas sebagai
guru Gouvernement HIS di Simpang Tiga (Sumatra Timur). Sebagai seorang
guru, ia tidak pernah berhenti mengembangkan karier di bidang
pendidikan. Kariernya terus meningkat, dari guru sekolah dasar sampai
menjadi dosen di Perguruan Tinggi dan terakhir menjadi pegawai tinggi di
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.
Ia mulai tertarik
mempelajari ilmu hisab pada tahun 1929 M/1348 H. Ia belajar ilmu hisab
dari Syekh Taher Jalaluddin, yang mengajar di Al-Jami'ah Islamiah Padang
tahun 1939 M/1358 H. Pertemuannya dengan Syekh Taher Jalaluddin membekas
dalam dirinya dan menjadi awal pembentukan keahliannya di bidang
hitung-menghitung penanggalan. Untuk memperdalam pengetahuannya, ia
kemudian mengikuti kursus Legere Akte Ilmu Pasti di Yogyakarta pada
tahun 1941-1942 M/1360-1361 H serta mengikuti kuliah ilmu pasti alam dan
astronomi pada FIPIA (Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam) di Bandung pada
tahun 1954-1955 M/1374-1375 H. Keahliannya di bidang ilmu pasti dan ilmu
falak dikembangkannya melalui tugas yang dilaksanakannya di beberapa
tempat. Pada tahun 1955-1956 M/1375-1376 H menjadi lektor kepala dalam
mata kuliah ilmu pasti pada PTPG (Perguruan Tinggi Pendidikan Guru) di
batusangkar, Sumatra Barat.
Kemudian ia memberi
kuliah ilmu falak sebagai dosen tidak tetap di Fakultas Syari'ah IAIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta (1959-1961 M/1379-1381 H). Sebagai ahli ilmu
falak, ia banyak menulis tentang ilmu hisab. Di antara karyanya adalah :
(1) Waktu dan Djadwal Penjelasan Populer Mengenai Perjalanan Bumi, Bulan
dan Matahari (diterbitkan oleh Penerbit Tintamas tahun 1952 M/1372 H),
(2) Almanak Djamiliyah (diterbitkan oleh Penerbit Tintamas tahun 1953
M/1373 H), (3) Perbandingan Tarich (diterbitkan oleh penerbit Tintamas
pada tahun 1968 M/1388 H), (4) Pedoman Waktu Sholat Sepanjang Masa
(diterbitkan oleh Penerbit Bulan Bintang pada tahun 1974 M/1394 H), (5)
Sholat dan Puasa di daerah Kutub (diterbitkan oleh Penerbit Bulan
Bintang pada tahun 1974 M/1394 H) dan (6) Hisab Awal bulan Qamariyah
(diterbitkan oleh Penerbit Tintamas pada tahun 1976 M/1397 H). Karya
yang terakhir ini merupakan pergumulan pemikirannya yang akhirnya
merupakan ciri khas pemikirannya dalam hisab awal bulan qamariyah.
Lahir: Bukittinggi, 24 Maret 1911 M/ 1330 H
Wafat:
Jakarta, 22 November 1977 M/11 Zulhijjah 1397 H.
|
|
KOMENTAR


SPONSOR






PENGUNJUNG


FOLLOW ME





WEB BROWSER



|
 |